Berita, artikel, dan semua tentang perpustakaan sekolah ada di sini
Translate
Showing posts with label Perpustakaan Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Perpustakaan Sekolah. Show all posts
Thursday, 9 July 2015
Perpustakaan MAN 1 Pekanbaru Terbaik se-Provinsi Riau
PEKANBARU - Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Riau, Rabu (10/6/2015) menggelar lomba perpustakaan sekolah tingkat SMA/MA/SMK se-Provinsi Riau 2015. Dari delapan kabupaten/kota peserta, MAN 1 Pekanbaru berhasil meraih nilai tertinggi dan menjadi juara pertama pada ajang tahun ini.
MAN 1 Pekanbaru berhasil membukukan nilai 998, mengalahkan MAS Nurul Hidayah Bengkalis dengan selisih tiga poin 995. Sementara SMAN 1 Tambusai Rohul ada pada peringkat tiga dengan nilai 990. Kegiatan rutin tersebut kemarin dilaksanakan di aula lantai III Puswil Soeman Hs, Pekanbaru.
Dibuka Kepala BPAD Riau Yoserizal Zen, acara dihadiri seluruh peserta yang mempresentasikan kualitas dan kelengkapan fasilitas serta kemudahan akses masing-masing perpustakaan sekolah yang menjadi peserta.
“Memberikan penguatan konten lokal di perpustakaan sekolah, condong kepada budaya Melayu harus mulai diterapkan. Sehingga peserta didik mampu memiliki pengetahuan tentang akar kebudayaannya sendiri,” kata Yose dalam sambutannya.
Selain itu keberadaan perpustakaan sekolah, lanjutnya diharapkan bisa memberikan pemahaman kepada siswa. Karena melalui sejarah-sejarah yang ada, anak-anak Riau tidak menjadi orang yang lupa dengan sejarah kampungnya sendiri.
“Kami mengajak kabupaten/kota supaya peduli dengan konten lokal. Menyediakannya di perpustakaan masing-masing,” ajaknya.
Menurut laporan panitia yang disampaikan salah seorang Kasi di BPAD Riau Irwan, menyebutkan dari 12 kabupaten/kota, hanya delapan daerah yang mengikuti lomba. Kecuali Siak, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Kampar. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai salah satu sarana dalam proses pembelajaran di sekolah.
“Manfaat perpustakaan sekolah, bisa menjadi sarana pendidikan siswa. Kami menilai perlu mendorong untuk terus digalakkan keberadaan perpustakaan sekolah melalui kegiatan ini,” katanya.
Selain itu peringkat harapan satu yang juga diberikan penghargaan adalah SMAN 1 Pelalawan, dan SMAN Pintar Kuansing sebagai peringkat harapan dua. Pada lomba ini dipimpin tiga juri yang melakukan penilaian. Mereka adalah Media Efayani, Rosman H, dan Kun Wardoyo. Guna menilai kelengkapan fasilitas dan sarana prasarana perpustakaan. Dimana masing-masing peserta memaparkan secara detail dihadapan dewan juri.(egp/sul)
Sumber: RIAUPOS
40 Pengelola Perpus Batang Belajar ke Jepara
BATANG- Sebanyak 40 pengelola perpustakaan sekolah dan perpustakaan desa se Kabupaten Batang berkesempatan belajar segala hal terkait pengelolaan perpustakaan melalui kegiatan bintek yang dibidani Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusda) Batang, Senin sampai Rabu hari ini. Tak cukup itu, setelahnya peserta juga akan diberangkatkan ke Jepara guna belajar dari mereka yang sudah teruji.
“Perpustakaan, di manapun itu, memiliki misi utama dalam meningkatkan kecerdasan dan pengetahuan masyarakat. Karena itu, seiring perkembangan perpustakaan yang berfungsi sebagai pusat kegiatan belajar mengajar, pusat penelitian sederhana, serta pusat pembinaan minat dan kebiasaan membaca, maka bimbingan, pelatihan, arahan, dan sejenisnya sangat diperlukan bagipara pengelola perpustakaan sekolah maupun desa,” kata Kepala Kantor Perpusda Batang, Putut Husamadiman SE, saat membacakan sambutan Bupati.
Karena itu, lanjut Putut, perpus sekolah dan perpusdes dituntut kian mampu menyelenggarakan pelayanan prima, dengan menyediakan buku-buku bermutu, baru, dan ditunjang dengan aplikasi teknologi informasi, sehingga perkembangan kebutuhan pengguna jasa perpustakaan bisa terpenuhi.
Kasie Pembinaan, Pengembangan, dan Pengawasan, Sulistianto SH, mengungkapkan, bintek diikuti 40 peserta, terdiri dari 20 pengelola perpustakaan sekolah dan 20 pengelola perpusdes. Selama tiga hari itu, mereka mendapatkan banyak materi terkait pengelolaan perpustakaan, yakni dari pengantar, pelayanan, pengadaan dan pengolahan koleksi, pengembangan perpustakaan sekolah dan perpusdes, hingga pengenalan otomasi perpustakaan.
“Narasumber kita siapkankan, baik dari Barpusda Provinsi Jawa Tengah maupun dari Kantor Perpusda Batang. Paling tidak, dalam tiga hari ini peserta memahami tata kelola perpustakaan yang baik dan benar,” ungkapnya.
Tak cukup itu, sehari setelah bintek, pesertapun bersama jajaran Perpusda Batang akan bertandang ke Jepara. Mereka akan melihat sendiri bagaimana pengelolaan Perpusda Jepara yang pernah menyabet juara provinsi dan Perpusdes Tolakan Kecamatan Donorejo. Study banding itu diharapkan kian memberikan gambaran tentang pengelolaan perpustakaan yang baik dan benar.
“Batang telah memiliki tiga perpusdes mitra perpuseru, yang terbukti telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sebagai pusat belajar dan berkegiatan yang berbasis pada TIK. Ketiganya juga berhasil memborong 10 dari total 13 kategori penghargaan perpuseru award di Bali. Keberhasilan inilah yang akan direplikasi ke 12 perpudes di 12 kecamatan,” terang Sulis. (sef)
Sumber: Radar Pekalongan
Program 100 Perpustakaan Sekolah di Tanggamus Tercapai
Kota Agung -- Program 100 perpustakaan sekolah yang dibuka untuk umum oleh Pemerintah Kabupaten Tanggamus sudah berjalan. Hal ini dinyatakan oleh Kepala Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi (KPAD) Tanggamus Razi Azanisyah.
Menurut keterangannya, pihaknya telah mendistribusikan buku untuk 100 perpustakaan sekolah yang ditunjuk sebagai perpustakaan umum. Program ini sudah dicanangkan oleh Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan sejak awal tahun. Kegiatan ini bertujuan agar memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk ikut menikmati buku-buku bacaan sesuai seleranya di perpustakaan.
“Saat ini sudah ada 100 perpustakaan sekolah yang dibuka untuk umum. Kami sudah membantu dengan mendistribusikan buku, supaya perbendaharaan buku di perpustakaan-perpustakaan tersebut bertambah,” katanya, Kamis (2/7).
100 perpustakaan ini berada di setiap kecamatan Kabupaten Tanggamus, serta diberikan plang pemberitahuan untuk membedakan antara perpustakaan sekolah dan yang sudah dibuka untuk umum. Rata-rata dalam satu kecamatan terdapat 5 perpustakaan, di tingkat SD, SMP, SMA. Warga yang berminat untuk membaca, dipersilahkan mendatangi sekolah dan meminta izin kepada pihak sekolah.
“Sekolah yang perpustakaannya sudah dibolehkan untuk umum akan dipasang plang, hal ini agar memudahkan masyarakat dan mereka tahu. Sementara ini sudah ada sebagian sekolah yang memasang plang dan akan diberlakukan untuk semua,” terangnya.
Masih menurut Razi, dalam melaksanakan kegiatan ini, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik). Disdik berperan menyediakan sarananya, berupa perpustakaan dan buku. Sementara pihaknya menambah perbendaharaan buku, semua ini dilakukan dengan harapan semua kebutuhan buku bagi masyarakat bias terpenuhi. Sebab, tidak mungkin masyarakat akan membaca buku pelajaran, tentunya buku yang berkaitan dengan profesi seperti pertanian, peternakan dan bacaan umum lainnya.
“Desa yang memiliki perpustakaan sendiri ada 100 pekon, sedangkan 199 pekon lainnya belum memiliki. Kami berharap dalam kurun waktu 3 tahun ke depan 199 pekon ini bias mempunyai perpustakaan semua. Sehingga diminta untuk membangun perpustakaan, bukunya nanti akan dibantu oleh KPAD,” ujar dia.
Sumber: LAMPOST.CO
Monday, 27 April 2015
40 Persen Sekolah di Kabupaten Berau Belum Miliki Perpustakaan
![]() |
| Ilustrasi |
Di wilayah Kabupaten Berau Kalimantan Timur, Sekolah yang sudah memiliki perpustakaan baru sekitar 60%. Namun jumlah tersebut masih jumlah perkiraan yang bisa saja tidak sesuai dengan jumlah yang ada di lapangan. Dengan demikian berarti masih ada sekitar 40 Persen Sekolah di Kabupaten Berau Belum Miliki Perpustakaan.
Dikutip dari korankaltim.com (1/5/14), diberitakan bahwa Kepala Perpustakaan Umum Berau, HM Irsani menjelaskan 60 persen dari jumlah sekolah berbagai jenjang, baik SD, SMP dan SMA dan sederajat di Berau telah memiliki perpustakaan sekolah. Hal itu tentu memberi kabar baik bertepatan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini.
Meski demikian, terdapat pula beberapa sekolah bekerjasama perpustakaan umum dalam proses mengelola isi perpustakaan di Berau.
“Saat ini, kami bisa sedikit berbangga dengan kemajuan dicapai dunia pendidikan di Berau. Karena, tak hanya meraih prestasi saja, tapi fasilitas perpustakaan buku pelajaran dan umum. Karena, 60 persen sekolah SD, SMP dan SMA di Berau sudah punya perpustakaan,” ujar Israni kepada Koran Kaltim, kemarin.
Ia menegaskan, pencapaian itu tak terlepas dari dukungan bupati Berau, dinas pendidikan dan kepala sekolah. Hal lain, perpus-takaan sekolah berkoor-dinasi dengan perpus-takaan umum untuk penyediaan buku pela-jaran dan buku bacaan umum.
Selain itu, Rabu (7/5) mendatang, pihak perpustakaan umum meng-gelar sosialisasi pengelolaan perpustakaan diikuti kepala sekolah.
“Dukungan bupati dan berbagai pihak menjadi faktor utama berdirinya Perpustakaan Umum Berau. Tak hanya memiliki kantor yang cukup, melainkan fasilitas penunjangnya juga luar biasa. Dengan sosialisasi perpustakaan menyasar guru dan siswa, diharapkan dapat meningkatkan minat baca,” tambahnya.
Sumber: DUNIA PERPUSTAKAAN
Tuesday, 24 March 2015
Miris, Bangunan Lapuk Timpa Perpustakaan SDN 1 Mekarharja
![]() |
| Bangunan tua bekas rumah makan di dusun Cibentang, Desa Mekarharja, Kec. Purwaharja, atau tepatnya di perbatasan Jabar-Jateng, ambruk dan menimpa atap SDN 1 Mekarharja. Foto: Hermanto/HR |
Bangunan lapuk bekas rumah makan ambruk, menimpa ruang perpustakaan dan gudang SDN 1 Mekarharja, Sabtu, (14/03/2015). Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa atau terluka dari siswa-siswi sekolah tersebut.
Seluruh bangunan bekas rumah itu ambruk tak tersisa, semuanya hancur menjadi puing-puing. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10.10 WIB, dan penyebab ambruknya bangunan karena kontruksi bangunan sudah lapuk.
Pihak sekolah sebelumnya telah memberitahukan pemilik bangunan mengenai bangunannya yang sudah mau ambruk.
“Sudah beberapa kali saya memberitahukannya, karena takut ambruk dan menimpa sekolah, terutama kalau anak-anak menjadi korban. Dan sekarang sudah ambruk dan menimpa sekolah, Alhamdulillah tidak ada korban,” ucap Enjen Nurjaman, Kepala SDN 1 Mekarharja, kepada HR online, Sabtu, (14/03/2015).
Selain ancaman ambruk, lanjut Enjen, bangunan tak terpakai itu menjadi sarang burung. Akibatnya, acap kali bau tidak sedap kotoran sering mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Atas tertimpanya atap perpustakaan dan gudang, SDN 1 Mekarharja mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta, dan meminta pemilik bangunan untuk melakukan penggantian. (Hermanto/R1/HR-Online)
Seluruh bangunan bekas rumah itu ambruk tak tersisa, semuanya hancur menjadi puing-puing. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10.10 WIB, dan penyebab ambruknya bangunan karena kontruksi bangunan sudah lapuk.
Pihak sekolah sebelumnya telah memberitahukan pemilik bangunan mengenai bangunannya yang sudah mau ambruk.
“Sudah beberapa kali saya memberitahukannya, karena takut ambruk dan menimpa sekolah, terutama kalau anak-anak menjadi korban. Dan sekarang sudah ambruk dan menimpa sekolah, Alhamdulillah tidak ada korban,” ucap Enjen Nurjaman, Kepala SDN 1 Mekarharja, kepada HR online, Sabtu, (14/03/2015).
Selain ancaman ambruk, lanjut Enjen, bangunan tak terpakai itu menjadi sarang burung. Akibatnya, acap kali bau tidak sedap kotoran sering mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Atas tertimpanya atap perpustakaan dan gudang, SDN 1 Mekarharja mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta, dan meminta pemilik bangunan untuk melakukan penggantian. (Hermanto/R1/HR-Online)
Sumber: HARAPAN RAKYAT
Monday, 23 March 2015
Akrabkan Siswa dengan Perpustakaan
![]() |
| Pembelajaran di perpustakaan dapat menjadikan siswa semakin akrab dengan perpustakaan. |
KUDUS – Waktu luang selepas ulangan tengah semester (UTS) digunakan SDN 3 Wergu Wetan untuk mengakrabkan siswa dengan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Kudus (Perpusarda) kemarin. Sekitar 40 anak dari kelas satu dan dua berkunjung ke perpustakaan.
Salah seorang guru pendamping Inka Maulida mengatakan, kunjungan ini untuk mengisi waktu kosong. Menurutnya, saatnya siswa refreshing sekaligus belajar di luar kelas.
“Ini kali pertama kami datang ke perpustakaan. Selain menghilangkan penat, ini sebagai langkah mengakrabkan siswa kami terhadap perpustakaan,” terangnya kemarin.
Dia menerangkan, selama satu jam berkunjung ke perpustakaan anak-anak mendapat pelajaran berarti. Di antaranya, belajar angklung, kenal berbagai alat peraga, dan tahu berbagai buku.
Salah seorang siswa kelas dua, Manda mengatakan, bisa belajar angklung. Dia juga mendapat pembelajaran karakter setelah melihat video. “Di video tersebut saya belajar sikap sopan dan berani,” ujarnya.
Sedangkan Staf Otomasi Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Kudus Pujo Nugroho mengatakan, selama ini orang berkunjung ke perpustakaan masih minim. “Setelah Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah dipindah di Wergu Wetan, pengunjung yang datang tidak banyak. Hal ini disebabkan letak perpustakaan kurang strategis,” ucapnya.
Terpisah, sekolah harus menjadi salah satu pusat pembudayaan dalam menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan membaca. Seperti di SMPN 5 Kudus yang mencanangkan melek baca untuk siswanya.
“Siswa harus dibiasakan membaca karena dapat mewujudkan proses belajar dan membentuk siswa aktif. Caranya dengan rutin mengadakan wajib membaca,” ujar Kepala SMPN 5 Kudus Abdul Rochim kemarin
Menurutnya, saat ini dia sudah mencanangkan program wajib membaca setiap Rabu. “Siswa boleh membawa buku apa saja, mulai dari buku pengetahuan hingga buku komik. Meskipun membawa buku apa saja, sebelum jam membaca setiap guru pengampu menyeleksi buku itu terlebih dahulu,” jelasnya. (zal/put/ris)
Salah seorang guru pendamping Inka Maulida mengatakan, kunjungan ini untuk mengisi waktu kosong. Menurutnya, saatnya siswa refreshing sekaligus belajar di luar kelas.
“Ini kali pertama kami datang ke perpustakaan. Selain menghilangkan penat, ini sebagai langkah mengakrabkan siswa kami terhadap perpustakaan,” terangnya kemarin.
Dia menerangkan, selama satu jam berkunjung ke perpustakaan anak-anak mendapat pelajaran berarti. Di antaranya, belajar angklung, kenal berbagai alat peraga, dan tahu berbagai buku.
Salah seorang siswa kelas dua, Manda mengatakan, bisa belajar angklung. Dia juga mendapat pembelajaran karakter setelah melihat video. “Di video tersebut saya belajar sikap sopan dan berani,” ujarnya.
Sedangkan Staf Otomasi Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Kudus Pujo Nugroho mengatakan, selama ini orang berkunjung ke perpustakaan masih minim. “Setelah Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah dipindah di Wergu Wetan, pengunjung yang datang tidak banyak. Hal ini disebabkan letak perpustakaan kurang strategis,” ucapnya.
Terpisah, sekolah harus menjadi salah satu pusat pembudayaan dalam menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan membaca. Seperti di SMPN 5 Kudus yang mencanangkan melek baca untuk siswanya.
“Siswa harus dibiasakan membaca karena dapat mewujudkan proses belajar dan membentuk siswa aktif. Caranya dengan rutin mengadakan wajib membaca,” ujar Kepala SMPN 5 Kudus Abdul Rochim kemarin
Menurutnya, saat ini dia sudah mencanangkan program wajib membaca setiap Rabu. “Siswa boleh membawa buku apa saja, mulai dari buku pengetahuan hingga buku komik. Meskipun membawa buku apa saja, sebelum jam membaca setiap guru pengampu menyeleksi buku itu terlebih dahulu,” jelasnya. (zal/put/ris)
Sumber: RADAR PEKALONGAN ONLINE
Sunday, 15 March 2015
Peran Penting Kepala Sekolah, Pustakawan, Guru, dan Orang Tua Siswa dalam Memajukan Perpustakaan Sekolah
![]() |
| Para siswi ini merasa nyaman belajar di perpustakaan. (dps) |
Dalam sebuah birokrasi atau struktur apapun yang di dalamnya memiliki pimpinan, maka peran dari seorang pemimpin sangatlah penting. Perpustakaan Sekolah sebagai bagian terpenting dari sekolah untuk menopang Sumber Daya Manusia (SDM) para siswa, guru, dan karyawan juga sangat membutuhkan peran penting dari Kepala Sekolah.
Begitu penting peran dari Kepala Sekolah untuk memajukan tidaknya perpustakaan sekolah, maka tidak berlebihan ketika ada pihak yang menyebut bahwa, untuk melihat baik tidaknya perpustakaan sekolah cukup lihat saja bagaimana kebijakan dan sikap dari Kepala Sekolah terhadap keberadaan Perpustakaan Sekolah tersebut.
Friday, 13 March 2015
Sekolah-Sekolah di Perbatasan Banyak yang Belum Memiliki Perpustakaan
![]() |
| Sekolah perbatasan tanpa perpustakaan |
Dunia Perpustakaan -- Perpustakaan sekolah yang harusnya bisa dinikmati oleh semua siswa, kenyataanya masih banyak sekolah-sekolah yang belum memiliki perpustakaan. Jangankan untuk bermimpi punya perpustakaan sekolah, Gedung sekolah yang layak saja masih banyak daerah yang belum memiliki gedung perpustakaan yang baik khususnya di daerah perbatasan.
Tentunya ini sangat membuat kita miris. Perbatasan yang merupakan “halaman” negara kita bernama NKRI tapi kondisinya justru sangat memprihatinkan. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya Sekolah di Perbatasan Banyak yang Belum Miliki Perpustakaan.
Puluhan Ribu Sekolah Tanpa Perpustakaan
![]() |
| Jangankan perpustakaan, gedung sekolah saja mereka tidak punya. |
Dunia Perpustakaan -- Tidak hanya masalah ratusan ribu ruang kelas rusak di sekolah dasar dan tingkat menengah yang belum tuntas, puluhan ribu SD dan SMP di seluruh Indonesia juga belum memiliki perpustakaan yang penting sebagai pusat belajar dan mengembangkan minat baca siswa sejak dini.
Kalau tidak ada bantuan dari luar, kami belum punya perpustakaan. Koleksi buku pun disumbang. – Sutisna
Monday, 9 March 2015
SD Negeri 1 Kawunglarang Butuh Perpustakaan
![]() |
| Ilustrasi perpustakaan sekolah-duniaperpustakaansekolah.blogspot.com |
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Kawunglarang Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, selama ini terpaksa masih menempatkan buku-buku bacaan dan buku-buku pelajaran di salah satu sudut ruangan kantor guru. Pasalnya, SDN 1 Kawunglarang sampai saat ini belum memiliki gedung perpustakaan yang representatif.
Eka Warosnika, S.Pd, tenaga pengajar di SDN 1 Kawunglarang, ketika dimintai tanggapan oleh HR, Sabtu (28/2/2015), membenarkan kondisi yang dialami pihak sekolah. Menurut dia, keberadaan buku-buku yang disimpan di ruang kantor guru tersebut menjadi kendala bagi pihak sekolah.
Pada kesempatan itu, Eka mengakui, pihak sekolah sudah sejak lama berharap memiliki gedung perpustakaan. Seandainya sekolah punya perpustakaan sendiri, dia meyakini pengembangan wawasan, kemampuan dan minat baca para peserta didik akan terdongkrak.
Thursday, 5 March 2015
Cerdas Memanfaatkan Perpustakaan Sekolah
![]() |
| Perlu ketrampilan dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber pembelajaran. |
Banyak yang mengatakan bahwa perpustakaan dibangun sesuai dengan pepatah bahwa belajar itu dilakukan sepanjang hayat. Hal tersebut memang sangat benar, perpustakaan menjadi tempat hampir seluruh sumber belajar dan informasi yang dibutuhkan berbagai bidang. Perpustakaan dapat dimanfaatkan semua orang yang sedang mencari informasi untuk diketahui.
Keberadaan perpustakaan di masyarakat memiliki banyak fungsi dimana masyarakat luas dapat memanfaatkan perpustakaan untuk berbagai keperluan. Apalagi dalam pembelajaran, perpustakaan tentu tidak dapat dilepaskan untuk mendukung proses pembelajaran. Sumber-sumber belajar yang dibutuhkan dalam pembelajaran dapat ditemukan dengan mudah di perpustakaan. Perpustakaan juga menyimpan sumber belajar yang baru sehingga materi pembelajaran tentunya juga akan lebih kaya dan tidak ketinggalan zaman.
Wednesday, 4 March 2015
Koleksi Terbitan di Perpustakaan Sekolah
![]() |
| Koleksi referensi di sebuah perpustakaan. |
Perpustakaan merupakan tempat berbagai macam koleksi segala macam cetakan bertempat. Perpustakaan banyak memiliki fungsi dan peran di masyarakat. Pengumpulan dan penyajian informasi secara terpadu dapat ditemukan di perpustakaan. Masyarakat luas dapat menggunakan dan memperoleh informasi dengan mudah dan murah bahkan gratis di perpustakaan.
Buku merupakan bentuk cetakan yang banyak ditemukan di perpustakaan. Sangat banyak jenis buku yang tersimpan di perpustakaan. Buku yang tersimpan di perpustakaan biasanya berupa terbitan resmi sehingga informasi yang terkandung dalam buku tersebut dapat dipertanggung jawabkan.
Ada banyak jenis buku terbitan yang dapat menjadi koleksi dan tersaji di perpustakaan. Suwarno (2011: 61-68) menjelaskan bahwa terdapat 12 jenis terbitan buku yang berada di perpustakaan, antara lain:
Jenis Koleksi Buku di Perpustakaan Sekolah
![]() |
| Ilustrasi buku di perpustakaan sekolah |
Buku merupakan bentuk cetakan yang tidak bisa dijauhkan dari aktivitas belajar mengajar. Kebutuhan buku dalam proses pembelajaran menjadi salah satu kebutuhan wajib dimana peran buku utamanya dapat digunakan sebagai bahan ajar ataupun sumber belajar. Peranan sebagai bahan ajar sekaligus sumber belajar ini hampir dapat ditemukan pada setiap proses pembelajaran, hal ini banyak dikarenakan penggunaan buku yang mudah, murah, dapat digunakan kapan saja dan yang terpenting mampu memuat seluruh materi serta perangkat yang dibutuhkan dalam pembelajaran dalam sebuah bahan cetak.
Sekolah maupun institusi penyelenggara pendidikan lain sebagai pelaksana pendidikan sekaligus pusat kegiatan pembelajaran berlangsung diharapkan mampu menyediakan sarana dan prasarana atau fasilitas pendukung yang baik. Berkaitan dengan buku, maka sekolah harus memiliki pusat koleksi buku dimana buku-buku tersebut dapat digunakan seluruh personel sekolah terutama guru dan siswa untuk mendukung kegiatan pendidikan atau pembelajaran yang dilangsungkan. Fasilitas yang dimaksud adalah perpustakaan sekolah. Perpustakaan sekolah dapat berfungsi sebagai tempat pembelajaran diluar kelas.
Perpustakaan Sekolah Penting Gairahkan Minat Baca Siswa
| Perpustakaan sekolah menggairahkan minat baca siswa |
DENPASAR - Pemerintah terus mendorong setiap sekolah agar bisa mengalokasikan lima persen anggaran operasionalnya untuk kepentingan perpustakaan dalam upaya menggairahkan minat baca siswa.
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Musliar Kasim menyatakan, sesuai amanat UU No 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, maka setiap perpustakaan baik yang diselenggarakan pemerintah, sekolah atau swasta harus memenuhi standar sertifikasi nasional.
Agar bisa perpustakaan dan pengelolanya bisa memenuhi kompetensi standar nasional itu maka setiap sekolah diminta mengalokasikan anggaran operasional sekolah sebesar lima persen untuk belanja perpustakaan.
Tuesday, 3 March 2015
Perpustakaan SD Muhammadiyah Sapen Terakreditasi A
![]() |
| Perpustakaan SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta |
YOGYA (KR). Perpustakaan SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta, berhasil meraih nilai akreditasi A dalam penilaian akreditasi perpustakaan yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional RI untuk jenjang sekolah dasar, belum lama ini. Sebelumnya pada tahun 2009, Perpustakaan SD Muhammadiyah Sapen meraih juara II lomba perpustakaan tingkat nasional. "Perpustakaan SD Muhammadiyah Sapen merupakan satu-satunya perpustakaan di jenjang SD di DIY yang diakreditasi oleh Perpustakaan Nasional RI bersamaan dengan akreditasi perpustakaan SMP, SMA, dan perguruan tinggi." kata kepala SD Muhammadiyah Sapen, Sofyan, S.Si., M.Pd. Jumat (27/2).
Thursday, 26 February 2015
Quo Vadis, Perpustakaan Sekolah?
![]() |
| Perpustakaan Sekolah. (sumber: pribadi) |
Tak banyak orang tahu, kalau pada Sabtu, 18 Oktober ini, merupakan Hari Perpustakaan Sekolah Sedunia. Kekurangtahuan ini wajar, lantaran memang gaung perayaannya nyaris tidak kentara. Segelintir saja yang memperingatinya, itu pun terbatas pada kalangan yang sehari-hari bergelut dengan Dunia Perpustakaan.
Perayaan lain yang masih terkait dengan Perpustakaan, dan biasanya agak ramai diperingati adalah, Hari Kunjung Perpustakaan yang jatuh pada setiap tanggal 14 September. Atau, tanggal 17 Mei yang diperingati sebagai Hari Buku Nasional, sekaligus Hari Ulang Tahun Perpustakaan Nasional RI. Begitu pula dengan Hari Buku Sedunia (World Book Day) pada 23 April, yang perayaannya cukup meriah di sejumlah sekolah. Terutama, sekolah atau lembaga pendidikan formal maupun nonformal yang peduli dengan Perpustakaan, dan selalu menggelorakan budaya gemar membaca di kalangan civitas akademikanya.
Wednesday, 25 February 2015
Perpustakaan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta Menerima Sertifikat Akreditasi Perpustakaan Nasional
![]() |
| Perpustakaan SD Muhammadiyah Sapen meraih nilai A dalam akreditasi perpustakaan oleh Perpusnas RI. |
Yogya (KR). Perpustakaan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Selasa (23/2) menerima sertifikat akreditasi dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI. Sertifikat tersebut (diberikan) karena (perpustakaan telah) sesuai standar nasional perpustakaan yang dikeluarkan oleh Perpusnas.
Penerima Sertifikat akrediatsi selain Perpustakaan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta seluruhnya ada 10 Perpustakaan. Antara lain Perpustakaan SD Muhammadiyah Sapen, Perpustakaan SMA Kolase De Brito Sleman, Badan Diklat, Perpustakaan Umum Bantul, Perpustakaan Puskesmas Gunungkidul serta Perpustakaan STIKES Aisyah Yogyakarta.
Kepala SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Hj. Nilawati Isdwiantari S.Pd. mengingatkan agar pustakawan selalu melakukan koordinasi dan terus meningkatkan profesionalisme. Melalui perpustakaan semua stakeholder baik siswa, guru, dan pustakawan bersinergi dan berkolaborasi meningkatkan kualitas pendidikan terutama di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah, katanya.
Sumber: SKH Kedaulatan Rakyat edisi Rabu 25 Februari 2015
Tuesday, 24 February 2015
Dua SD di Kalipucang Pangandaran Butuh Mushola & Perpustakaan
![]() |
| Ilustrasi sekolah dasar. |
Pangandaran, (harapanrakyat.com). Sebanyak dua sekolah dasar (SD) di wilayah UPTD Pendidikan Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, sudah bertahun-tahun belum juga memiliki perpustakaan dan mushola.
Padahal, kedua sekolah tersebut sangat layak memiliki fasilitas tersebut, mengingat memiliki lahan yang cukup.
Banyak SD di Pandeglang Belum Miliki Perpustakaan
![]() |
| Salah Satu Kondisi Gedung SD di Kabupaten Pandeglang, Banten. (ist) |
Pandeglang, HanTer - Kepala Bidang Sosial Budaya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang Sutoto menyatakan banyak sekolah dasar di daerah itu yang tidak mempunyai ruang guru dan perpustakaan.
"Bahkan umumnya sekolah dasar di daerah ini belum mempunyai ruang guru tersendiri, jadi terpaksa menggunakan ruang kelas untuk para guru," katanya di Pandeglang, Jumat (20/2).
Kondisi itu, kata dia, menjadi salah satu permasalahan bidang pendidikan yang harus dicarikan solusinya, agar ke depan pada setiap sekolah terdapat ruang guru.
Thursday, 19 February 2015
Asisten II Setda Inhil: Perpustakaan sekolah bukan sekedar tempat penyimpanan buku
![]() |
| Pembukaan Pelatihan oleh Assisten II Inhil. |
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Perpustakaan adalah Intitusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan atau karya rekam secara professional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan dunia pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi.
Hal tersebut di sampaikan Asisten II Setda Inhil, Fauzar saat membuka Pelatihan Kepala Perpustakaan Madrasah yang dilaksanakan di Aula Kamenag Inhil bekerjasama dengan Kantor Perpustakaan dan Kearsipan.
"Sementara Perpustakaan Madrasah merupakan perpustakaan yang dikelola sepenuhnya oleh Madrasah yang bersangkutan, dengan tujuan utama mendukung terlaksananya dan tercapainya tujuan Madrasah dan tujuan pendidikan pada umumnya.," ungkap mantan Kadis PU Inhil ini
Subscribe to:
Posts (Atom)


















