Tuesday, 28 April 2015

Gedung Baru DPR Harus Ada Perpustakaan



Rencana pembangunan gedung baru parlemen diusulkan berupa perpustakaan.

"Kalau perpustakaan itu memang perlu karena itu memang kelemahan DPR saat ini. Anggota DPR tidak bekerja dengan data," kata guru besar politik Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf, Senin (27/4).

Alasannya, perpustakaan memang diperlukan bagi anggota DPR yang hasil kerjanya harus berdasarkan data.

Menurutnya, perpustakaan memang dibutuhkan sebagai sumber data dan informasi bagi anggota dewan. Harus ada perpustakaan yang lengkap yang nantinya menjadi akses mereka menggali data dari semua bidang yang ditangani DPR.

Ia mencontohkan, misalnya, pembahasan mengenai masalah kehutanan, maka legislatif perlu memiliki data mengenai permasalahan tersebut. Ditambah sumber-sumber yang mendukung penyelesaian problematika yang akan dibahas. “Jadi, ketika akan membahas bersama anggota dewan dengan pihak yang terkait, anggota DPR memiliki bukti dan sumber kuat sehingga penyelesaian lebih mudah,” tegasnya.

Kekurangan data itulah yang diakui Maswadi menjadi kelemahan anggota DPR yang selama ini bekerja tanpa memiliki data.

Sumber: REPUBLIKA

Monday, 27 April 2015

40 Persen Sekolah di Kabupaten Berau Belum Miliki Perpustakaan

Ilustrasi
Untuk beberapa daerah, Perpustakaan sekolah masih banyak yang belum memiliki perpustakaan. Namun dari kondisi tersebut diharapkan ada daerah yang benar-benar serius untuk menyediakan fasilitas perpustakaan sekolah.

Di wilayah Kabupaten Berau Kalimantan Timur, Sekolah yang sudah memiliki perpustakaan baru sekitar 60%. Namun jumlah tersebut masih jumlah perkiraan yang bisa saja tidak sesuai dengan jumlah yang ada di lapangan. Dengan demikian berarti masih ada sekitar 40 Persen Sekolah di Kabupaten Berau Belum Miliki Perpustakaan.

Dikutip dari korankaltim.com (1/5/14), diberitakan bahwa Kepala Perpustakaan Umum Berau, HM Irsani menjelaskan 60 persen dari jumlah sekolah berbagai jenjang, baik SD, SMP dan SMA dan sederajat di Berau telah memiliki perpustakaan sekolah. Hal itu tentu memberi kabar baik bertepatan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini.

Meski demikian, terdapat pula beberapa sekolah bekerjasama perpustakaan umum dalam proses mengelola isi perpustakaan di Berau.

“Saat ini, kami bisa sedikit berbangga dengan kemajuan dicapai dunia pendidikan di Berau. Karena, tak hanya meraih prestasi saja, tapi fasilitas perpustakaan buku pelajaran dan umum. Karena, 60 persen sekolah SD, SMP dan SMA di Berau sudah punya perpustakaan,” ujar Israni kepada Koran Kaltim, kemarin.

Ia menegaskan, pencapaian itu tak terlepas dari dukungan bupati Berau, dinas pendidikan dan kepala sekolah. Hal lain, perpus-takaan sekolah berkoor-dinasi dengan perpus-takaan umum untuk penyediaan buku pela-jaran dan buku bacaan umum.

Selain itu, Rabu (7/5) mendatang, pihak perpustakaan umum meng-gelar sosialisasi pengelolaan perpustakaan diikuti kepala sekolah.

“Dukungan bupati dan berbagai pihak menjadi faktor utama berdirinya Perpustakaan Umum Berau. Tak hanya memiliki kantor yang cukup, melainkan fasilitas penunjangnya juga luar biasa. Dengan sosialisasi perpustakaan menyasar guru dan siswa, diharapkan dapat meningkatkan minat baca,” tambahnya.

Sumber: DUNIA PERPUSTAKAAN

Jawa Barat Canangkan Perpustakaan Sebagai Destinasi Wajib Dikunjungi


Minat baca masyarakat saat ini terus berkurang, terutama semenjak adanya kemajuan tekonologi atau era digital.

Menurut Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Netty Prastyani, kenyataanya saat ini buku bukan menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat. Karena itu, perlu strategi bagaimana caranya perpustakaan mampu menjadi tempat untuk membaca dan mencari referensi. Sehingga, nantinya menjadi sebuah kebutuhan.

“Maka dari itu saya ingin canangkan perpustakaan menjadi destinasi wajib dikunjungi,” ujar Netty kepada wartawan usai acara pembukaan Festival Literasi Jawa Barat di Kantor Bapusipda Provinsi Jawa Barat Bandung, akhir pekan lalu.

Netty mengatakan, semua masyarakat harus disadarkan sepenuhnya bahwa membaca merupakan jendela pengetahuan. Tanpa membaca, sangat mustahil orang memiliki pengetahuan yang cukup memadai untuk membangun diri, cita-cita dan pembentukan karakter.

"Dengan membaca, semua pengetahuan bisa kita peroleh. Makanya ini harus terus digelorakan," katanya.

Netty menilai, untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya membaca dan tertarik datang ke perpustakaan, harus dilakukan berbagai upaya. Salah satunya, Ia berharap perpustakaan bisa mengganti wajahnya. Yakni, dari imej suasana kurang nyaman, koleksi bukunya terbatas, berdebu dan pustakawannya kurang ramah menjadi tempat yang nyaman untuk didatangi. Yakni, tempatnya bersih, koleksi bukunya komplit dan ruangannya nyaman.

"Dengan adanya perubahan di setiap perpustakaan yang kita miliki tentu akan menjadi motivasi untuk penasaran datang ke perpustakaan, seperti halnya ada story telling dan ada jaringan internet," katanya.

Plh Sekda Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa mengpresiasi dilaksanakannya kegiatan ini. Apalagi acara ini bertepatan dengan Hari Buku Internastional dan Peringatan Hari KAA ke 60.

Jika diperhatikan, kata dia, yang menjadi negara maju di kawasan Asia Afrika adalah negara-negara yang masyarakatnya memiliki budanya baca.

“Negara-negara tersebut bisa maju karena mereka membangun budaya baca di negara masing-masing di negara Asia seperti Singapura, Jepang dan Korea,” katanya.

Iwa berharap, melalui kegiatan Festival Literasi Jawa Barat ini mampu membangun budaya baca masyarakat. Sehingga, mampu merubah paradigma masyarakat ke arah cerdas informasi guna meningkatkan sumber kualitas daya manusia Jawa Barat.

Sumber: REPUBLIKA

Lowongan Kerja Pustakawan di Universitas Multimedia Nusantara [Kompas Group]


Informasi lowongan kerja pustakawan di bulan April ini datang dari kampus ternama milik jaringan Kompas Group yaitu Universitas Multimedia Nusantara di daerah Serpong Tangerang.

Universitas Multimedia Nusantara merupakan salah satu universitas yang berada dibawah naungan bendera Kompas Group.

UMN didirikan pada tanggal 25 November 2005 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 169/D/O/2005 yang operasionalnya secara resmi dikelola oleh Yayasan Multimedia Nusantara.

Yayasan ini didirikan oleh Kompas Gramedia, sebuah kelompok usaha terkemuka yang bergerak di bidang media massa, penerbitan, percetakan, toko buku, hotel dan jasa pendidikan.

UMN merupakan sebuah lembaga perguruan tinggi dengan teknologi informasi dan komunikasi sebagai dasar dalam setiap proses belajar mengajar di tiap mata kuliah yang diselenggarakannya.

UMN Didukung oleh keberadaan para tenaga pengajar yang profesional dan berpengalaman di bidang pendidikan serta penyelenggaraan program mata kuliah yang terarah dan terintegrasi akan menghantar UMN menjadi universitas unggulan di tingkat nasional maupun internasional.

UMN disasarkan menjadi inspirasi bagi hadirnya paradigma pendidikan baru bagi kaum muda Indonesia sehingga mampu menghasilkan lulusan berkompetensi tinggi dan berjiwa wirausaha berbasis teknologi (technopreneurship).

Saat ini Universitas Multimedia Nusantara sedang membutuhkan banyak perekrutan staff diantaranya yaitu staff perpustakaan.

Kualifikasi:
  1. Pendidikan S1 Ilmu Perpustakaan
  2. Gemar menjalin relasi interpersonal dan mengutamakan pelayanan kepada pelanggan
  3. Lincah, komunikatif, dan teliti
  4. Lebih disukai memiliki pengalaman kerja di Perpustakaan Universitas

Jika anda tertarik dan berminat, silahkan segera kirimkan surat lamaran anda lengkap dengan CV, hasil Scan Ijazah dan Transkrip nilai, pas foto terbaru, dan portofolio [jika diperlukan].

Kirimkan Lamaran anda ke HRD Departement Universitas Multimedia Nusantara | Scientia Garden, Jl. Boulevard Gading Serpong, Tangerang. | Email: recruitment@umn.ac.id dengan subject: Posisi yang dilamar | sumber: umn.ac.id

ALUS Goes To Schools, Pengabdian kepada Dunia Perpustakaan

Kegiatan AGTS dari ALUS di SDN Jetak Sidokarto Godean. Foto: Febriyanto
SLEMAN (KRjogja.com) - "Jadi buku itu juga bisa sakit adik-adik. Kalau ditayangan tadi umpama buku sudah sakit, yang ngobatin siapa?" tanya Nur Shifa Fauziyah.
"Yang ngobatin pustakawan," jawab anak-anak SDN Jetak Sidokarto Godean kompak.
"Nah betul sekali. Kalau begitu buku harus dibaca biar tidak sakit," ucap Shifa.

Begitu sekilas kegiatan ALUS Goes To School (AGTS) 'Jogja-Jateng Tour' di SDN Jetak Sidokarto Godean Sleman, Sabtu (25/4). Kegiatan yang digagas Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan (ALUS) dengan dukungan SKH Kedaulatan Rakyat ini dalam rangka memperingati hari buku sedunia (World Book Day) pada 23 April. Diselenggarakan secara serentak di 9 SD, SMP dan SMA di wilayah DIY-Jawa Tengah, yakni SDN Jetak Godean Sleman, SDN Putren Bantul, MTsN Janten Kulonprogo, SD Muhammadiyah Condongcatur Sleman, SMP Muhammadiyah 2 Bambanglipuro Bantul, SMP Muhammadiyah Plus Magelang, MAN 2 Wates Kulonprogo, SMAN Bandungan Magelang dan MI Jagalan Magelang.

Ketua Panitia AGTS Riska Nugraheni menjelaskan, beberapa kegiatan digelar dalam AGTS ini, seperti pendidikan pemakai (User Education), pengolahan perpustakaan singkat, permainan edukatif di perpustakaan dan mendongeng (Game at The Library and Story Telling). "Melalui kegiatan ini diharapkan kualitas perpustakaan yang ada di sekolah dapat meningkat. Sekaligus diiringi peningkatan minat baca siswa," lanjut Riska sela kegiatan.

Sedang Nur Shifa Fauziyah yang juga sekretaris umum ALUS menegaskan melalui kegiatan ini pihaknya ingin memberikan fakta riil pada pemerintah mengenai kondisi perpustakaan di sekolah. Hanya saja nantinya tidak melalui rekomendasi secara khusus.

"Kami akan membuat hasil penelitian dalam bentuk buku yang kemudian kami berikan pada pihak sekolah. Jika memang dari sekolah menginginkan ada pendampingan pengolahan perpustakaan, kami juga siap," ucapnya.

Sementara ALUS sendiri merupakan organisasi independen mahasiswa D3 dan S1 Ilmu Perpustakaan yang berdiri sejak 7 Maret 2007. Mereka terus memegang komitmen dalam pengembangan kepustakawan di Indonesia. Sekaligus sebagai penyalur gagasan-gagasan yang dimiliki mahasiswa kepada instansi maupun masyarakat. (*-5)
Sumber: KR

Monday, 30 March 2015

Dorong Siswa Gemar Membaca

Gemar membaca.

Surabaya sebagai Kota Literasi dimantapkan. Pasalnya, Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya menjadikan membaca bagian dalam kurikulum lokal.

Selain itu, Dindik juga pasang target 1 juta judul buku terbaca siswa SD, SMP, dan SMA, dalam kurun waktu April- Desember 2015. Kepala Dindik Surabaya Ikhsan mengatakan, jumlah buku yang dibaca per siswa beragam. Untuk SD bisa 20 buku, SMP 15 buku, dan SMA/SMK 10 buku dalam periode ini. Dindik juga mengklasifikasi bobot buku untuk masing-masing jenjang.

“Untuk siswa SD bisa buku cerita tipis, SMP buku pengetahuan, SMA bukunya cenderung tebal semacam buku kuliah. Yang penting baca buku apa pun yang disenangi, kami rekomendasikan buku-buku sastra,” kata Ikhsan, kemarin. Tidak memerlukan cara sulit untuk mengontrol buku yang terbaca.

Sebelum membaca, siswa cukup mengisi formulir dan melapor kepada petugas sekolah setelah membaca buku pertama hingga terakhir. “Selesai membaca, siswa ditugasi mengingat intisari dan membuat ringkasan. Untuk memudahkan membuat ringkasan, kami sediakan panduan, bisa melihat Guide Resume di www.dispendiksurabaya.go.id , untuk membantu merangsang otak menulis apa yang sudah terserap.

Di dalamnya juga tercantum strategi cara baca yang efektif,” kata mantan kepala Bapemas dan KB ini. Program ini mendapat apresiasi pihak sekolah. Kepala SMA Al-Hikmah, Andi Sugeng Wayudi, mengatakan siap mendukung program tersebut. Di Al-Hikmah, kata Andi, sudah lama mewajibkan satu anak meminjam delapan buku dalam satu semester.

“Untuk buku yang dipinjam bisa sastra dan genre umum,” kata Andi. Sejak 2007, kata Andi, sekolah memberlakukan kurikulum wajib baca lewat mata pelajaran (mapel) Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Sekarang dikhususkan pada mata pelajaran Kesenian.

Program ini dinamai Anotasi, tiap siswa me-resume buku sepanjang 200 kata dan masuk penilaian psikomotor. Perpustakaan SMP-SMA Al- Hikmah memiliki lebih dari 35.000 koleksi buku. Jumlah tersebut di luar majalah serta buletin. Ini menjadi salah satu latar belakang perpustakaan mendapat juara 2 tingkat Provinsi Jatim sebagai perpustakaan terbaik.

Tak berhenti di sini, para siswa diajarkan berbagi buku lewat program CSR Bedah Perpus. Program menjadikan siswa gemar membaca di SDN Bubutan IV lebih menarik lagi. Bahkan, sekolah di Jalan Semarang ini menjadi model percontohan Sekolah Literasi tingkat nasional.

Banyak sekolah serta Dindik dari sejumlah daerah di Indonesia datang studi banding. Ada dari Bandung dan Kalimantan. Sementara pada program Surabaya Kota Literasi, para siswa yang tuntas membaca akan mendapat sertifikat yang dibubuhi tanda tangan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bertepatan dengan puncak Surabaya Inspiring School pada Desember 2015.

Bagi yang belum bisa mencapai target tak perlu kecewa karena mereka bisa mengikuti program ini tahun berikutnya.
** Soeprayitno

Sumber: KORAN SINDO