Wednesday, 4 March 2015

”Gadget” untuk Meningkatkan Minat Baca

Ilustrasi gadget

SEKARANG
ini, membaca tidak hanya bisa dilakukan secara konvensional melalui buku. Seiring perkembangan teknologi, orang dapat mengakses berbagai jenis bacaan melalui internet. Bahkan, pengguna teknologi bisa beralih meng-update pengetahuannya dengan membaca e-book ataupun berita secara mobile. Menggunakan gadget yang umumnya tak pernah tertinggal jika bepergian. Seperti, ponsel, PDA, atau notebook .

Kehadiran berbagai gadget ini, tentunya bermanfaat sebagai sarana edukatif, terutama meningkatkan budaya gemar membaca. Mengingat dari gadget segala bentuk informasi bisa diakses, bahkan dari gadget kita juga bisa membaca buku elektronik (e-book) yang menyajikan informasi digital tanpa harus ribet membawa buku-buku yang tebal. Namun, itu semua akan percuma bila gadget hanya dimanfaatkan untuk bermain game ataupun HANYA membuka sosial media. Seperti diungkapan Ni Putu Nadia Nikki Utami, siswi SMAN 6 Denpasar.

Perpustakaan Sekolah Penting Gairahkan Minat Baca Siswa

Perpustakaan sekolah menggairahkan minat baca siswa

DENPASAR - Pemerintah terus mendorong setiap sekolah agar bisa mengalokasikan lima persen anggaran operasionalnya untuk kepentingan perpustakaan dalam upaya menggairahkan minat baca siswa.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Musliar Kasim menyatakan, sesuai amanat UU No 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, maka setiap perpustakaan baik yang diselenggarakan pemerintah, sekolah atau swasta harus memenuhi standar sertifikasi nasional.

Agar bisa perpustakaan dan pengelolanya bisa memenuhi kompetensi standar nasional itu maka setiap sekolah diminta mengalokasikan anggaran operasional sekolah sebesar lima persen untuk belanja perpustakaan.

Tuesday, 3 March 2015

Meningkatkan Minat Baca pada Anak


Oleh: Winta Hari Arsitowati, staf pengajar IWEC

Meningkatkan wawasan anak adaah hal yang penting dilakukan oleh setiap orangtua. Berbagai cara dapat dilakukan agar anak-anak bisa mendapat asupan pengetahuan yang baik. Salah satunya adalah dengan membiasakan mereka untuk membaca.

Namun, orang tua terkadang masih memiliki berbagai kendala untuk membuat putra-putrinya minat membaca. Padahal membaca adalah salah satu kegiatan yang dapat memberi investasi jangka panjang dalam hal ilmu.

Perpustakaan SD Muhammadiyah Sapen Terakreditasi A

 
Perpustakaan SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta


YOGYA (KR)
. Perpustakaan SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta, berhasil meraih nilai akreditasi A dalam penilaian akreditasi perpustakaan yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional RI untuk jenjang sekolah dasar, belum lama ini. Sebelumnya pada tahun 2009, Perpustakaan SD Muhammadiyah Sapen meraih juara II lomba perpustakaan tingkat nasional. "Perpustakaan SD Muhammadiyah Sapen merupakan satu-satunya perpustakaan di jenjang SD di DIY yang diakreditasi oleh Perpustakaan Nasional RI bersamaan dengan akreditasi perpustakaan SMP, SMA, dan perguruan tinggi." kata kepala SD Muhammadiyah Sapen, Sofyan, S.Si., M.Pd. Jumat (27/2).

Membentuk Karakter Cinta Membaca: Sinergi Keluarga, Perpustakaan Sekolah, dan Perpustakaan Daerah.

Sinergitas perpustakaan, anak, dan orang tua dalam meningkatkan minat baca. (Sumber: Arpusda Kota Jogja)

Oleh: Chindy Vionariska, A.Md-Pustakawan Perpustakaan Kabupaten Lumajang


Di Kabupaten Lumajang ini program ‘KF’ Keaksaraan Fungsional telah gencar digarap secara terpadu bersama beberapa organisasi wanita hingga berakhir dan selesai. Kondisi ini menunjukkan bahwa semua masyarakat Lumajang telah memiliki kemampuan membaca. Ini memberi gambaran kepada kita bahwa masalah rendahnya minat baca masyarakat kita akan terselesaikan. Kita ketahui bersama bahwa minat baca masih menjadi masalah yang belum terselesaikan sampai saat ini, padahal telah banyak usaha yang dilakukan untuk “mengatrol” minat baca masyarakat. Dan ada kolerasi antara faktor kemampuan membaca dengan minat baca. Seseorang tidak akan bisa membaca, apalagi memiliki budaya baca apabila tidak bisa membaca atau buta aksara.

Monday, 2 March 2015

Menumbuhkan Semangat Gemar Membaca

Oleh: Chindy Vionariska, A.Md

Anak sedang membaca.

“Bacalah, dan Tuhanmu Maha Mulia, yang mengajar manusia dengan qalam (pena)”.

Banyak siswa yang mulai menyadari pentingnya membaca di era global ini. Buktinya seringnya mereka hadir di perpustakaan merupakan catatan positif yang luar biasa. Mungkin ini dampak dari munculnya slogan di mana-mana yang mengajak para siswa gemar membaca. Dengan membaca diharapkan para siswa memiliki wawasan luas tentang kehidupan dan alam semesta.